Posted On December 1, 2025

Cara Submit Artikel ke Jurnal: Panduan Lengkap Sampai Terbit Tanpa Drama

Admin Pelajar 0 comments
Zona Belajar Nusantara >> Uncategorized >> Cara Submit Artikel ke Jurnal: Panduan Lengkap Sampai Terbit Tanpa Drama

Mau artikel kamu terbit di jurnal ilmiah tapi bingung memulai dari mana? Wajar, proses publikasi ilmiah sering bikin kepala muter, apalagi kalau belum pernah mengirim naskah sebelumnya.

Padahal, ketika mengetahui langkah yang tepat, cara submit artikel ke jurnal tidak seribet rumor yang sering beredar di kampus. Prosesnya bisa berjalan lancar asalkan kamu paham alurnya, mulai dari memilih jurnal yang tepat, menyesuaikan format naskah, sampai menghadapi proses review.

Artikel ini membongkar semua tahapan itu secara rinci, dari yang paling basic sampai trik profesional yang sering dipakai para peneliti senior. Kalau kamu ingin karya ilmiahmu punya peluang lebih besar diterima, jangan skip satu paragraf pun.

Memilih Jurnal Ilmiah yang Sesuai dengan Topik Penelitian

Ketika mulai mencari jurnal tujuan, kamu tidak bisa asal pilih. Pemilihan jurnal yang sesuai memperbesar peluang artikel diterima. Banyak penulis gagal bukan karena tulisannya buruk, tetapi karena salah target. Jurnal memiliki fokus bidang, gaya penulisan, dan standar editorial yang berbeda.

Oleh sebab itu, sebelum mengirim artikel, pastikan kamu memeriksa scope, indeksasi, reputasi, dan aturan penulisan jurnal tersebut. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi efeknya besar dalam proses publikasi ilmiah.

1 Menyesuaikan Bidang dan Reputasi Jurnal

Sebelum submit, sesuaikan tema penelitian dengan arah keilmuan jurnal. Jika penelitianmu tentang pendidikan, pilih jurnal yang membahas pedagogi, pendidikan tinggi, atau kurikulum. Mengirim artikel kesehatan ke jurnal ekonomi hanya akan menghabiskan waktu.

Selain kecocokan tema, perhatikan juga reputasi jurnal seperti apakah sudah terindeks Sinta, DOAJ, maupun Scopus. Semakin tinggi indeksasi, biasanya proses review makin ketat. Namun jika kamu masih mahasiswa atau baru meniti jalur akademik, jurnal bereputasi nasional bisa menjadi langkah awal yang realistis.

Menyusun Naskah Sesuai Template Jurnal

Setelah menemukan jurnal yang cocok, langkah berikutnya adalah mengikuti template yang mereka berikan. Banyak penulis mengabaikan bagian ini, padahal tidak sesuai template menjadi salah satu alasan editor menolak artikel tanpa review.

Setiap jurnal memiliki format penulisan yang berbeda, mulai dari margin, jenis font, gaya sitasi, sampai penulisan daftar pustaka. Pastikan kamu membaca panduan dengan teliti. Dengan mengikuti template, artikel terlihat rapi dan profesional.

2 Penulisan Sistematika yang Rapi dan Konsisten

Sistematika penulisan merupakan pondasi artikel ilmiah. Biasanya jurnal meminta komponen seperti abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil penelitian, pembahasan, serta kesimpulan. Pastikan setiap bagian mengalir logis dan tidak melompat-lompat. Hindari penggunaan bahasa bertele-tele karena reviewer menyukai tulisan yang padat, tajam, dan relevan.

Selain itu, sitasi juga harus konsisten mengikuti gaya referensi seperti APA, Chicago, atau Vancouver. Jika kamu mengerjakan artikel untuk tugas kuliah atau thesis, pengetahuan ini berguna ketika masuk ke program lanjutan seperti prodi ppg yang membutuhkan keterampilan akademik tingkat lanjut.

Membuat Akun OJS dan Mengunggah Artikel

Sebagian jurnal ilmiah di Indonesia menggunakan sistem Open Journal System atau OJS. Sistem ini mempermudah proses submit karena semua tahapan publikasi dilakukan secara online. Banyak penulis gugup saat pertama membuka OJS, padahal alurnya cukup mudah jika paham langkah dasarnya.

3 Proses Upload Naskah Sampai Submit Final

Setelah login, pilih menu submit dan unggah file artikel sesuai format yang diminta. Selain naskah utama, beberapa jurnal mewajibkan dokumen tambahan seperti surat pernyataan, data asli penelitian, atau lembar etika penelitian.

Pastikan semua file memiliki nama yang tepat agar editor tidak kebingungan. Jika halaman sudah terisi lengkap, tekan tombol submit dan pastikan status berubah menjadi “waiting for review”. Sampai titik ini, kamu tinggal menunggu proses evaluasi dari editor maupun reviewer.

Menghadapi Proses Review dan Revisi Artikel

Bagian ini adalah momen yang bikin deg-degan. Jika editor mengirim komentar atau permintaan revisi, jangan panik. Permintaan revisi bukan berarti artikel kamu buruk, tetapi bagian dari standar ilmiah. Reviewer memastikan tulisan kamu valid, logis, dan berkualitas.

4 Menjawab Komentar Reviewer Secara Profesional

Ketika menerima file revisi, baca komentar reviewer satu per satu. Jawab dengan argumen ilmiah, bukan defensif. Reviewer menghargai penulis yang terbuka memperbaiki karya, bukan yang mudah tersinggung. Jika ada data yang kurang kuat, tambahkan.

Jika metodologi kurang jelas, perbaiki. Setelah revisi selesai, unggah kembali naskah lengkap beserta response letter. Semakin baik responsmu, semakin cepat artikel mendapat keputusan akhir.

Artikel Diterima dan Menuju Tahap Publikasi

Jika revisi lolos, artikelmu akan menuju tahap copyediting dan layout. Proses ini memastikan tulisan kamu siap dipublikasikan secara resmi. Setelah itu, artikel akan muncul dalam edisi jurnal berikutnya.

Ketika artikel sudah terbit, kamu bisa mencantumkannya dalam portofolio akademik atau menunjang proses pendidikan lanjutan seperti prodi ppg yang sering membutuhkan bukti publikasi ilmiah sebagai nilai tambah karier dosen dan pendidik profesional.

5 Publikasi Menjadi Nilai Tambah Akademik dan Profesional

Publikasi ilmiah bukan hanya syarat akademik. Artikel yang terbit meningkatkan reputasi, memperluas jaringan penelitian, dan membuka akses kolaborasi lintas kampus.

Banyak institusi dan lembaga sertifikasi bahkan menilai publikasi sebagai bukti kompetensi. Semakin sering kamu publish, semakin kuat posisi akademikmu di masa depan.

Kesimpulan

Cara submit artikel ke jurnal bukan perjalanan singkat, tetapi proses terstruktur yang bisa dipelajari siapa saja. Ketika kamu memilih jurnal yang tepat, menulis sesuai template, mengunggah naskah lewat OJS, menghadapi proses review dengan tenang, dan merespons revisi secara profesional, peluang artikel diterima meningkat drastis.

Publikasi bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga investasi karier jangka panjang. Jika kamu ingin masuk dunia riset atau pendidikan tingkat lanjut seperti prodi ppg, kemampuan submit jurnal menjadi keterampilan wajib.


FAQ

Bagaimana cara memilih jurnal yang tepat untuk artikel ilmiah?
Pilih jurnal yang sesuai bidang penelitian kamu. Periksa indeksasi, cakupan tema, dan panduan penulisan. Jika tema artikel dan scope jurnal tidak cocok, artikel hampir pasti ditolak meskipun kualitasnya bagus.

Apakah semua jurnal menggunakan OJS untuk submit artikel?
Tidak semua jurnal memakai OJS, tetapi sebagian besar jurnal di Indonesia menggunakannya. Sistem ini mempermudah penulis memantau progress naskah dari submit, review, sampai publikasi.

Berapa lama proses review artikel sampai diterima?
Durasinya bervariasi. Ada jurnal yang butuh satu bulan, ada juga yang enam bulan. Lamanya proses biasanya tergantung antrian serta ketelitian reviewer dalam menilai naskah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Contoh Judul Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis untuk Mahasiswa dan Peneliti Pemula

Penelitian kualitatif menjadi metode yang populer karena mampu menggali makna, pengalaman, dan persepsi individu atau…

Pendamping UMKM BNSP Pilar Profesionalisasi dan Penguatan Daya Saing Usaha Kecil

Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia terus mengalami percepatan seiring meningkatnya tuntutan profesionalisme.…

Jasa Terbit Buku

Perkembangan dunia literasi dan industri kreatif mendorong semakin banyak individu untuk menerbitkan karya dalam bentuk…